Sabtu, 21 Februari 2015

KEBERSAMAAN UNTUK IBU




IBU, Engkau Ratu Hatiku
Aku suka melihat wajah ibu..
Sering kurenung wajah tenang ibu,
Ibu sering berbicara denganku
walaupun aku masih belum dpt mengerti bait-bait kalimahnya..
Ibu tahu walaupun aku belum dpt mengerti,
Ibu yakin aku dpt mengingati..
Saat ibu bercerita, aku curi-curi pandang matanya yang bersinar riang menterjemahkan kebahagiaan yg dikecapi.
Lembut wajahnya memancarkan tawadhu di dlm limpahan kesyukuran.
Garis-garis halus wajahnya melambangkan ketabahan
Lunak suaranya penuh kasih sayang dlm ketegasan.
Ibu mengungkapkan kata2nya sambil membelai2 rambutku,
Wahai anakku, Ketahuilah asal usul dirimuengkau lahir dari harapan seorang ibu yg pernah kuukir dahulu, sebuah harapan yg kufikir tinggal harapan, namun keindahan tawakkal telah menjadikannya suatu kenyataan..
Ibu tidak merasa terlalu awal untuk menitipkannya untukmu kerana ibumu ini mahu kau membesar dgn fikrah seorang wanita solehah.Kelak akan kuulangi nasihatku bila kau sudah dewasa, supaya pada ketika itu kau tidak merasa asing dengan mutiara-mutiara nasihat ibumu ini.
Dan seandainya ditaqdirkan ibumu tidak berkesempatan, diriku tidak akan mesyesal kerana telah pun menyampaikannya kepadamu, permata hatiku.
Dalam keluarga,dirimu umpama madrasah yg akan mentarbiyyah pejuang2 Islam. Sesungguhnya Baitul Muslim soleh harus mempunyai madarasah yg solehah karana dari Baitul Muslim yg soleh akan lahirlah masyarakat dan Negara yg soleh wal muslih.
Anakku,
Andai kau ingin memilih pendamping hidupmu,
Usahlah dilihat pada sebuah kesempurnaan karena manusia tiada sempurna.
Dia perlulah seorang yang mencintai Allah dan mengasihimu kerana Allah.
Carilah dia yg menerimamu seadanya sebagai seorang wanita,
Yg seikhlas hati mengasihimu sabagai isteri,
Yg jujur padamu sebagai teman hidupnya,
Yg memuliakan dirimu sabagai ibu kepada para zuriatnya.
Yg memahami hakikat dirimu sebagai hamba yg punya kewajipan kepada Pencipta,
Yg mengobarkan semangatmu untuk istiqomah di medan dawah .
Anakku,
Siapa pun dia yg telah ditaqdirkan Allah buatmu,
Terimalah segala kelebihan dan kekurangannya,
Kekurangannya menterjemah hakikat dirinya sebagai seorang hamba.
Yg harus kau terima dgn penuh lapang dada.
Kelebihannya bermaksud Allah menginginkan kebaikan buat dirinya dan menganugerahkan ketenteraman tika kau bersamanya.
Yg harus kau terima penuh kesyukuran tanpa bangga.
Carilah dia yg memahamimu secara reality,
Bukan menganggapmu bak bidadari,
Kelak ditakuti hatinya akan kecewa.
Hanya kepadanyalah, yang telah halal bagimu akan kau curahkan
-kepatuhan dan penghormatan..
-Pengorbanan dan kesabaran.
-cinta dan kasih sayang
-senyum manis dan belaian
Hanya padanya anakku, tidak sesekali lelaki ajnabi, mujahadahlah untuk memelihara kemuliaan dirimu semata2 mengharap redha Allah.
Lalu, kau didiklah zuriatnya yang kau lahirkan dengan penuh amanah
-sejak zuriatmu di dalam kandungan lagi, perhatikanlah akhlakmu, makananmu, agar darah yg membentuk dirinya dr sumber yg suci.
-Perdengarkanlah ia dengan alunan zikir dan Kalam Ilahi.
Agar bila lahirnya nanti perkara kebaikan adalah kebiasaaan dirinya.
Isi semangat ingin tahunya dgn mengenal Allah, sunnah Rasulullah,para sahabat dan sahabiah.
Lenturlah lidah lembutnya dgn sebutan zikir dan bacaan alQuran,
Serikan hidupnya dgn keindahan biah solehah qudwah hasanah dari ibu dan ayah,
Hiasi dirinya dgn keindahan akhlak jua kecintaan padailmu.
Susuli perbuatan baik dan kejayaannya dgn pujian diiringi rasa tawadhu.
Iringi setiap kesalahan dan silap perbuatannya dgn teguran berhikmah dan penuh kasih sayang.
Doronglah dia sentiasa supaya tetap berjuang di medan dakwah,
Memimpin ummah menuju hidayah.
Lazimi dirimu dgn taqarrub ilallah, sesungguhnya jalan menuju Allah
tidak dihampari karpet merah.Malah berliku jua banyak halangannya.
Walau apa jua yang kau terima dari Allah, samua ada yang membuatmu suka mahupun berduka,
Kembalikan segalanya kepada Allah.
Kerana dariNya kita datang dan kepadaNya kita kembali.
(`*. I LOVE U IBU .*)

Passenger


 Let Her Go

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you’re missin' home
Only know you love her when you let her go
And you let her go
Courtesy of liriklagu.asia
Staring at the bottom of your glass
Hoping one day you'll make a dream last
But dreams come slow and they go so fast

You see her when you close your eyes
Maybe one day you'll understand why
Everything you touch surely dies

But you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go

Staring at the ceiling in the dark
Same old empty feeling in your heart
'Cause love comes slow and it goes so fast

Well you see her when you fall asleep
But never to touch and never to keep
'Cause you loved her too much
And you dived too deep

Well you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go

And you let her go
And you let her go
Well you let her go

'Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go

'Cause you only need the light when it's burning low
Only miss the sun when it starts to snow
Only know you love her when you let her go

Only know you've been high when you're feeling low
Only hate the road when you're missin' home
Only know you love her when you let her go

And you let her go

CERPEN




PENSIL DAN PENGHAPUS

Di meja itu, ada sebuah pensil dan penghapus yang masih baru. Mereka pun berkenalan dan tak lama mereka menjadi sahabat karib....
Waktu berlalu dan kondisi mereka sudah berbeda. Penghapus telah kehilangan sebagian besar bagian tubuhnya karena terlalu sering digunakan untuk menghapus tulisan yang dibuat oleh Pensil. Penghapus tampak dekil terkena bekas hapus tulisan Pensil. Namun ia tak menyebut apapun soal itu apalagi mengeluhkannya. Pensil pun penasaran...
“Mengapa kau tak pernah mengeluh akan keadaanmu itu, Penghapus?”
Penghapus terdiam, kemudian ia tersenyum...
“Aku punya beberapa alasan mengapa aku ikhlas dengan keadaanku”
“Apa saja alasanmu?”
“Pertama, aku ingin menjagamu dari membuat tulisan yang salah, yang buruk, atau coretan-coretan yang tak penting. Agar kau tak menghabiskan bagian tubuhmu untuk sesuatu yang tidak berguna. Aku berusaha memperpanjang usiamu,
Kedua, biarlah aku habis asal keberadaanku bisa berguna untukmu dan dapat membuat dirimu menjadi lebih baik. Toh setelah aku habis, kau akan segera mendapatkan pengganti diriku,
Ketiga, aku ini tak bisa melakukan hal baik di hidupku selain membersihkan jejak tulisanmu jika kau salah. Maka dari itu, karena kebaikan yang bisa aku lakukan adalah membantumu, walaupun aku harus kehilangan seluruh tubuhku, aku rela melakukan apapun demi dirimu, wahai Pensil.”
Ganti Pensil yang terdiam. Sejak saat itu, Pensil terlihat sibuk menulis sesuatu setiap hari dan tidak mengijikan Penghapus untuk mengganggunya atau bahkan sekedar menemaninya. Tidak seperti biasanya. Padahal biasanya Pensil selalu mengajaknya untuk menemaninya ketika Pensil sedang menulis sesuatu. Hingga suatu saat habis kesabaran Penghapus...
                “Sebenarnya apakah yang selama ini sedang kau tulis, Pensil?”
Pensil menyodorkan kertas-kertasnya ke arah Penghapus. Hal pertama yang dilihat oleh Penghapus adalah banyak coretan disana-sini menandakan bahwa itu adalah tulisan yang salah.
                “Lihat! Banyak sekali coretan disana-sini! Biarkan aku menghapusnya untukmu—“
                “Jangan!” cegah Pensil. “Aku suruh kau untuk membacanya bukan menghapusnya. Bacalah dulu dan dengarkan penjelasanku. Setelah itu, terserah  apakah kau akan menghapus tulisanku atau tidak.”
                “Dengarkan aku, Penghapus.. Tulisan itu berisi tentang kisahku dengan mu. Kisah kita berdua. Sejak kita pertama bertemu, hingga saat ini. Aku menulis semuanya, agar ada bukti fisik tentang keberadaanmu. Ada kenangan tentang dirimu yang bisa kutuang dalam bentuk nyata sebelum kau habis nanti,
                Kita berdua sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Karena itu kita saling membutuhkan untuk menonjolkan kelebihan dan menutupi kekurangan masing-masing. Kalau kau bilang, setelah kau habis, aku akan segera mendapat penggantimu yang baru, itu benar. Tapi mereka belum tentu sebaik dirimu dan sebersih dirimu dalam menghapus kesalahan-kesalahanku. Atau bahkan mereka belum tentu mau merelakan dirinya untuk memperbaiki kesalahanku, mengorbankan dirinya supaya aku bisa tau dimana kesalahanku. Karena itulah, KAU TAKKAN TERGANTIKAN,
                Aku digunakan untuk menulis. Namun aku bisa salah. Aku tak selalu menulis dengan benar dan indah. Maka dari itu kau ada. Kau berguna untuk menghapus tulisan-tulisanku yang salah. KAU TERCIPTA UNTUKKU,
                Ketahuilah, aku tak akan bahagia jika kau habis. Aku hargai semua usaha dan kebaikan yang kau lakukan untukku. Tapi kepergianmu hanya akan membuatku kehilangan teman terkarib yang selama ini selalu ada di sisiku dan untuk menemaniku, AKU MEMBUTUHKANMU
                Sekarang, setelah kau dengarkan semua penjelasanku, silakan tentukan keputusanmu,” ujar Pensil
                “Tapi apakah aku masih berguna dan layak untuk mendampingimu? Lihat aku. Aku sudah kotor, tubuhku sebentar lagi habis hanya dengan beberapa kali pakai lagi,” ratap Penghapus.
                “Wahai Penghapus, lihatlah aku. Aku sendiri sudah tak seutuh dulu. Tulisanku sudah tak sehitam dan setajam dulu. Kau pikir aku tak pernah merasa rendah diri atas keadaanku terhadapmu?”
Penghapus terdiam... ia tak menyangka Pensil akan mengatakan ini kepadanya...
                “Aku mohon, kebahagiaanku adalah memulai hidup denganmu, menjalani hidupku dengan membuat kisah tentang kita, suka dan duka, dan kebahagiaanku pulalah untuk mengakhirinya denganmu juga,” ujar Pensil
                Dan mereka pun terus bersama. Suatu hari, umur Pensil sudah hampir habis. Kemudian ia menuliskan setiap kesalahannya yang pernah ia lakukan selama hidupnya. Dan habislah Pensil...
                Penghapus pun mengerti dan mulai menghapus setiap kalimat yang berisi daftar kesalahan yang dilakukan oleh Pensil. Masih tersisa satu kalimat sebelum akhirnya Penghapus habis. Dan mereka pun pergi secara bersamaan, sama seperti ketika memulainya bersama-sama dulu...
                Taukah kalian apakah kalimat itu?
                “Aku menyesal tak menyadari perasaanku ini terhadapmu dan aku menyesal tak mengungkapkan sejak dulu bahwa aku mencintaimu, setulus hatiku, sepanjang usiaku,”.....
                Maka dari itu, jika cinta mendatangimu, jangan kau sangkal atau kau lawan kehadirannya. Tapi terimalah dengan hati penuh suka cita. Sadarilah keberadaan cinta dalam hatimu, ungkapkan dengan sikap yang jujur. Agar kau tak menyesal di kemudian hari, saat kau tak mampu lagi mengungkapkan perasaanmu terhadap orang yang kau cintai... atau ada orang lain yang lebih dulu menyatakan perasaan mereka terhadap orang yang kau cintai.... padahal kau tau dirimulah yang pantas untuknya, lebih baik bagi dirinya, dan dirimulah yang selama ini dicintainya...

SLOGAN PENDIDIKAN – BAHASA INDONESIA




  • Jangan berpikir gagal sebelum belajar
  • Pintar karena belajar, cerdas karena mengajar
  • Pikiranmu memiliki andil yang sangat penting dalam membentuk kehidupanmu
  • Pendidikan bukan suatu modal hidup namun sesuatu yang harus hidup
  • Masa depan cerah dengan pendidikan
  • Tiada hari tanpa prestasi
  • Pendidikan bukan untuk usia muda tapi seumur hidup manusia
  • Genius adalah : 1% inspirasi & 99% keringat
  • Ilmu diperoleh bukan dari pendidikan tapi dari proses belajar
  • Tiada hari tanpa prestasi
  • Raih  masa depanmu dengan belajar
  • Pendidikan itu penting, tapi belajar lebih penting
  • Ayo budayakan membaca untuk menciptakan generasi masa depan
  • Belajar di hari ini, sukses di masa depan
  • Pendidikan yang bagus syarat mutlak bangsa yang maju
  • Generasi yang hebat adalah generasi yang membudayakan belajar
  • Siswa berprestasi benteng kokoh kesejahteraan bangsa
  • Bangsa yang terbelakang adalah bangsa yang malas belajar
  • Sukses adalah mimpi tanpa belajar
  • Pendidikan maju, generasi maju